| Liputan6.com, Tangerang - Susunan batu mirip bata yang terlihat biasa, ternyata dianggap bertuah dan dipercaya memiliki usia ratusan tahun. Tak ayal, banyak pendatang yang sudah bertahun-tahun mencari peruntungan dan kesembuhan di hadapan batu yang berada di belakang kantor Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Selama ini warga menyebutnya 'batu di tengah sawah' yang biasa dijadikan pemujaan minta rejeki sampai minta kesembuhan penyakit. Untuk sampai ke batu bertuah tersebut, warga bisa mengaksesnya melalui belakang kantor Kecamatan Pinang. Tinggal bertanya saja, mau melihat batu di tengah sawah,warga setempat hingga pegawai kecamatan akan tahu letak batu tersebut. Ketika dihampiri, masih ada sisa beberapa lidi dupa yang hampir terbakar habis tertancap di tanah gersang, persis di bawah kaki batu tersebut. Di sekelilingnya ada dua porsi bubur nasi, tiga butir telor ayam kampung, tumpukan daun sirih, tumpukan buah pinang, kapur sirih, rokok hingga segelas kopi hitam. Sesaji tersebut berada di bawah persis susunan batu yang menyerupai batu bata yang dikeraskan dengan tanah liat. Yang mencolok adalah tingginya bisa mencapai 170 cm dengan lebar 60 cm. Ada beberapa tumpukan batu yang berjatuhan, lalu mengeras bersatu dengan tanah. Sayangnya saat ke sana, persawahan tengah kering dan gersang. Menurut warga, bila lagi musim hujan dan sekeliling sawah lagi hijau, batu bertuah itu akan terlihat cantik seperti di candi-candi di Bali. Meski tampak indah dan seperti tumpukan batu bata, menurut Namad (54) salah seorang warga setempat, batu tersebut sudah ada dari sebelum dia lahir, bahkan dari awal penjajahan Belanda. "Itu sudah ada dari jamannya neneknya nenek saya masih hidup, uyut lah ya. Jadi warga sini enggak ada yang tahu asal muasal batu tersebut bagaimana," ujarnya, Selasa (18/9/2018). Meski begitu, warga setempat percaya, kalau batu tersebut bertuah atau memiliki wasiat dari kerajaan Islam masih berjaya di Indonesia. Makanya, banyak warga yang berdatangan untuk mencari keuntungan dengan cara memberi sajen. "Ada saja kalau malam, beriringan pakai lilin jalan ke tengah sawah. Lalu mereka berdoa, memohon berkah, ninggalin sajian," ujar Namad. Ada juga warga yang percaya, lumut yang nempel di batu tersebut untuk pengobatan penyakit asma, batuk. Makanya, ketika musim hujan lalu lumut bertempelan, banyak warga yang berburu lumut tersebut. "Yang percaya memiliki khasiat atau peruntungan itu rata-rata orang luar, kami warga sekitar hanya percaya lumut yang menempel itu mengandung khasiat, itu saja," tuturnya. Let's block ads! (Why?) via Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2NnRzAb |
No comments:
Post a Comment