:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2051693/original/074039600_1522746779-iStock-821296022.jpg) Liputan6.com, Jakarta Menurut penelitian yang dilakukan beberapa waktu belakangan, tidur dan bangun lebih awal membuat kaum wanita cenderung tidak mudah stres. Secara khusus, wanita paruh baya atau lebih tua yang tidur dan bangun lebih awal memiliki tingkat stres yang lebih rendah, bahkan setelah menghitung faktor lingkungan, seperti jadwal kerja dan paparan sinar matahari. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Psychiatric Research menguji data dari lebih dari 32.000 perawat wanita untuk menentukan hubungan antara kapan harus tidur dan bangun, dengan gangguan suasana hati. Penelitian ini menemukan bahwa keduanya berkaitan, waktu tidur dan bangun Anda tampaknya mempengaruhi risiko stres atau depresi. Penelitian sebelumnya pernah dilakukan di tahun 2016 oleh Annals of Translations Medicine dan tahun 2015 oleh Chronoliology International menunjukkan bahwa orang- orang yang tidur larut malam memiliki kemungkinan 2 kali lipat untuk mengalami stres. Sayangnya, penelitian ini tidak bisa melihat hal sebaliknya, apakah depresi dapat menyebabkan seseorang bangun dari tidur saat larut malam, seperti dilansir dari yourtango.com. Mengantuk memang menjadi musuh besar saat puasa. Alasannya karena waktu tidur berkurang akibat harus bangun untuk sahur, salat tarawih, dan kelelahan karena kurangnya asupan nutrisi. Let's block ads! (Why?) via Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2OenAtX | | If New feed item from http://ftr.fivefilters.org/makefulltextfeed.php?url=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Frss&max=3, then Send me an email | | Unsubscribe from these notifications or sign in to manage your Email Applets. |
No comments:
Post a Comment