| Liputan6.com, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin menekankan pentingnya tetap bersikap positif menghadapi isu suku, agama, ras dan antargolong (SARA) yang rawan terjadi di 90 wilayah selama Pemilu 2019. Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, pihaknya akan terus mendorong seluruh tim untuk tetap pada garis yang sudah disepakati. "Kita punya peraturan dan internal yang pertama, seluruh konten yang ada dalam konteks tone positif. Kedua, kita harus disiplin tidak melakukan, menyampaikan bahasa atau diksi yang memprovokasi, yang menghina, kemudian yang nyinyir, terus tidak boleh berlebihan," jelas Kadir, Selasa, 26 September 2018 di Jakarta. Guna mencegah terjadinya aksi SARA selama pemilu 2019, Kadir menyampaikan pihaknya siap bekerja sama dengan kepolisian dan penyelenggara pemilu, untuk selalu berkoordinasi dan mendorong agar daerah-daerah bisa diamankan. "Sebagai tim kita bantu polisi, karena itu kan kewajiban kita semua agar tidak memancing, tidak mendorong, tidak memberi provokasi kepada masyarakat untuk terciptanya suasana yang tidak kondusif," kata dia. Let's block ads! (Why?) via Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2zuLdqg |
No comments:
Post a Comment