Pages

Wednesday, September 19, 2018

Kronologi Impor Beras versi Menko Darmin

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan alasan pemerintah memberikan izin impor beras kepada Perum Bulog. Izin impor tersebut diperlukan mengingat ketersediaan stok beras pada tahun lalu berada di bawah batas aman.

"Yang pertama, tahun 2017 itu di kuartal tiga harga mulai naik. Dan kita sebetulnya sudah intens sekali rapat tapi waktu itu stok Bulog itu berada pada 978.000 ton. Banyak enggak itu? enggak. Karena normalnya kita itu stok 2 juta ton. Kalau 3 juta bagus," ungkap Darmin di Kantornya, Jakarta, Rabu (19/9) malam.

Dia mengatakan, pertimbangan pemerintah dalam memberikan izin impor pada saat itu justru menuai berbagai anggapan miring. Sehingga dirinya, memutuskan untuk menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Kementerian/Lembaga terkait lainnya untuk memastikan ketersediaan cadangan beras yang ada.

"Tapi karena masih berdebat terus, berlarutlah sampai kita rapat berikutnya itu 15 Januari (2018). Waktu itu kita cek yang tadinya stok itu 978.000 ton, itu tinggal 903.000 ton. Berarti dalam 10 hari berkurang 75.000 ton. kenapa? Karena harus operasi pasar karena harga naik," kata Menko Darmin.

Dia mengungkapkan, harga beras medium pada saat itu telah mencapai Rp 11.300 per liter. Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras jenis premium yang dipatok pemerintah hanya sebesar Rp 9.450 per liter.

"Jadi udah jauh di atas, sehingga itu masih 15 januari artinya panen masih Maret. Panen raya itu biasayanya Maret bisa-bisa April," tutur dia.

Melihat jumlah ketersediaan stok beras yang telah menipis, pemerintah pun memutuskan untuk memberikan izin impor beras tahap pertama sebanyak 500.000 ton.

"Kita enggak akan kuat. Jangan mengira 903.000 ton itu banyak. Artinya 903.000 ton itu lebih sedikit dari 10 hari. Jadi (kita) impor 500.000 ton," kata Menko Darmin.

Namun demikian, dia menyayangkan, impor 500.000 ton yang diperkirakan bakal masuk pada akhir Febuari 2018 itu, nyatanya tidak kunjung datang. Sebab, negara asal yang menjadi tujuan Indonesia untuk mengimpor beras tersebut juga belum mengalami masa panen. "Kenapa enggak masuk? karena untuk mereka, yang pertama mereka juga panennya Maret," imbuh dia.

Sehingga, pada waktu itu pemerintah kembali memberikan izin impor kembali pada Maret sebanyak 500.000 ton. Izin itu kembali dikeluarkan, mengingat cadangan beras yang semakin berkurang yakni hanya mencapai 590.000 ton saja.

"Kita rapat 19 Maret. Stok kita 590.000 ton harga Rp 11.044 per liter, turun sedikit karena operasi pasar jalan terus. Tetapi pada waktu 15 januari, karena katanya 13,7 juta ton produksi 3 bulan, kita kemudian memutuskan Bulog harus bisa serap 2,2 juta ton paling lambat akhir Juni. Artinya panen raya lewat, dengan harapan 2,2 juta ton itu akhir tahun kita pengadaan Bulog mendekati bisa 3 juta. Sehingga waktu itu kan kita putuskan 500.000 ton kan di 15 Januari," paparnya.

Kemudian, pada 28 Maret 2018, pemerintah kembali menggelar rakor lanjutan dengan sejumlah kementerian terkait. Rakor tersebut, untuk memastikan dan mempertimbangkan berapa banyak serapan produksi gabah yang bisa dikonversikan menjadi beras.

"Nah kita pada 28 Maret rapat lagi, karena panen raya mestinya udah mau habis waktunya. Panen raya Maret kan. Dia bilang produksinya 6,5 juta ton Maret. Itu proyeksi. 28 Maret memang stoknya sedikit naik menjadi 649.000 ton. Tapi ya enggak ada apa-panya udah. Itu panen raya mau habis, siapa yang percaya bahwa ini akan beres-beres aja, baik-baik aja kedepannya?," terang Menko Darmin

"Sehingga kita putuskan impor 1 juta ton, harga waktu itu Rp 11.036, medium loh ini. Berarti impornya berapa? 2 juta ton. Nah Itu dia yang soal impor," tambahnya.

Secara keseluruhan, pemerintah telah mengeluarkan izin impor sebanyak tiga kali. Pada januari sebesar 500.000 ton dan 500.000 ton lagi pada Maret. Kemudian fase berikutnya di Bulan April 1 juta ton.

Let's block ads! (Why?)

via Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2PRmQrN
RSS Feed

If New feed item from http://ftr.fivefilters.org/makefulltextfeed.php?url=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Frss&max=3, then Send me an email


Unsubscribe from these notifications or sign in to manage your Email Applets.

IFTTT

No comments:

Post a Comment