Liputan6.com, Tangerang Selatan - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menyinggung Pemilu 2019. Kali ini, dia mengingatkan soal idealnya sebuah pesta demokrasi.
Dia menilai pemilu haruslah diwarnai adu gagasan dan program. Bukan sebaliknya, rakyat diajak untuk saling mencemooh dan menjelekkan.
Jokowi berbicara dalam acara pembagian 10.000 sertifikat tanah untuk warga Kabupaten Tangerang Selatan dan Kota Tangerang di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (26/9/2018).
"Kita ini saudara, jangan diajak rakyat untuk ikuti hal seperti itu. Itu pintarnya politikus saja. Rakyat jangan dibawa emosionalnya untuk saling mencemooh, menjelekkan," tegas Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menekankan, masa depan bangsa ada di tangan calon pemimpin dan seluruh rakyat Indonesia. Jika kontestasi pesta demokrasi tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada rakyat, maka masa depan bangsa terancam.
"Mau jadi bangsa apa ini? Bangsa ini penuh nilai persaudaraan, sopan santun, terkenal di mana-mana. Jangan sampai jadi tidak punya etika, sopan santun, rugi besar. Nilai agama tidak bolehkan itu, nilai etika juga tidak membolehkan," ucap Jokowi yang juga calon petahana dalam Pilpres 2019.
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Presiden Joko Widodo berkunjung ke posko pengungsian korban gempa di Desa Belanting, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
No comments:
Post a Comment