| Liputan6.com, Jakarta - Pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) terjadi pada 30 September 1965. Gerakan yang dikenal dengan G30S/PKI ini telah menculik dan membunuh enam jenderal dan seorang perwira TNI AD. Namun, dalam waktu singkat gerakan ini berhasil ditumpas. Pasukan yang kala itu dipimpin Mayjen Soeharto, terdiri dari Kostrad dan RPKAD mencerai-beraikan kekuatan militer pendukung G30S/PKI pimpinan Letkol Untung. Hanya dalam waktu dari 24 jam, Soeharto memutarbalikkan situasi. Berikut fakta-faktanya: 1. Pasukan Tidak Banyak Sempat tersiar kabar bahwa pasukan G30S/PKI berkekuatan lengkap. Satu batalyon Cakrabirawa, satu batalyon dari Brigif I Kodam Jaya, satu batalyon Pasukan Gerak Tjepat (PGT) dan Pasukan Pertahanan Pangkalan (PPP). Lalu ditambah Batalyon 530 Raiders Jawa Timur dan Batalyon 454 Raiders dari Jawa Tengah. Kemudian ada 2.000 sukarelawan yang dilatih PKI di Lubang Buaya. Sekadar catatan, satu batalyon umumnya berkekuatan 500-700 orang. Faktanya jauh berbeda. Hanya sekitar satu kompi Cakrabirawa berkekuatan 60 orang yang ikut. Dari Brigif I juga hanya 60. Sementara dari PPP ada 700 personel, sementara PGT tak ada. Yang cukup banyak adalah Batalyon 530 dan 454. Dua pasukan elite ini berkekuatan masing-masing 500 orang. Let's block ads! (Why?) via Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2OfpCKC |
No comments:
Post a Comment