Liputan6.com, Jakarta - Putri dari bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin, Siti Haniatunnisa mengatakan, pihak kelaurga tidak terlalu mempersoalkan penghinaan yang disematkan kepada ayahandanya. Sebab, itu merupakan dinamika politik.
"Saya kira, kalau kami keluarga biasa saja, kami terima. Memang dinamikanya seperti itu ada politik-politik saat ini," ucap Siti di Posko Cemara, Jakarta, Rabu (19/8/2018).
Dia berharap, Pilpres 2019 ini tidak dihiasi dengan kampanye hitam. Karena itu, perlu melakukan politik santun.
"Tentu harapan kami semua dari komunitas muda Indonesia, saya kira untuk supaya tidak ada black campaign, seperti itu di Pilpres 2019. Kita harapkan politik sehat, politik santun dan memang kita harus berikan contoh yang baik untuk generasi milenial," jelas Siti.
Dia menuturkan, pihaknya akan tetap mengeluarkan argumen-argumen positif. "Kita akan memberikan argumen-argumen positif, mengedukasi generasi untuk berpikir positif," pungkas putri Ma'ruf Amin ini.
Sebelumnya, sejumlah komunitas muda yang tergabung dalam Komunitas Muda Amin Indonesia (KMA Indonesia) mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin di Posko Cemara.
Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko, serta putri Ma'ruf Amin, Siti Haniatunnisa, meramaikan deklarasi.
Saksikan video pilihan di bawah ini:
No comments:
Post a Comment