| Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memimpin kunjungan misi dagang ke Tunisia sekaligus meluncurkan secara resmi dimulainya perundingan Indonesia-Tunisia PTA pada 25 Juni 2018 lalu. Hal ini karena Tunisia merupakan salah satu pasar nontradisional potensial di kawasan Afrika bagian utara. Dari hasil kunjungan tersebut terbuka peluang ekspor produk-produk unggulan Indonesia ke Tunisia, seperti tuna, rempah-rempah, kopi, aksesori kamar mandi, dekorasi rumah, dan perhiasan. Total perdagangan kedua negara pada 2017 sebesar USD 88 Juta. Nilai tersebut terdiri dari ekspor Indonesia sebesar USD 55 Juta dan impor sebesar USD 32,7 juta, sehingga Indonesia surplus USD 22,4 Juta. Komoditas ekspor Indonesia ke Tunisia pada 2017 adalah minyak kelapa, biji palem, benang, oxygen-function amino-compounds, dan benang filamen sintetik. Sementara itu, impor utama Indonesia dari Tunisia pada 2017 adalah kurma, fosfonat, peralatan listrik, kawat berisolasi dan kabel, serta aluminium tanpa tempa. Let's block ads! (Why?) via Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2DxOEAd |
No comments:
Post a Comment